Klasifikasi Diabetes

Diabetes dapat diklasifikasikan menjadi Diabetes Tipe I, tipe II dan Gestational.

 

Tes Darah

Diabetes Type I mempengaruhi baik orang dewasa maupun anak-anak. Dalam diabetes jenis ini, tubuh tidak dapat menggunakan hormon yang disebut insulindengan benar. Sistem kekebalan tubuh merusak sel-sel pembuat insulin, sehingga tingkat insulin rendah. Kondisi memiliki tingkat gula yang tinggi dengan tingkat insulin rendah dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

 

Diabetes Tipe II dapat dicegah dengan latihan yang tepat dan kebiasaan makan yang baik. Menjaga berat badan ideal disarankan karena terlalu banyak lemak tubuh dan aktivitas membuat lebih sulit bagi tubuh untuk menggunakan insulin. Dalam jenis ini, tubuh masih mampu membuat insulin tetapi tidak dapat digunakan secara efisien.

 

Diabetes gestasional,sering ditemukan di kalangan wanita hamil. Penyakit ini dapat membuat kehamilan lebih sulit. Mereka yang didiagnosis dengan jenis diabetesini, berisiko tinggi terkena diabetes tipe II. Pada wanita hamil normal, pankreas memproduksi insulin yang cukup, mereka yang membuat kadar gula tubuh. Namun ada perempuan yang pankreasnya tidak mampu memproduksi insulin yang cukup, mengakibatkan diabetes gestational. Wanita dengan diabetes gestational membutuhkan perawatan ekstra, membutuhkan diet kesehatan dan pemeriksaan rutin.

 

Namun, diabetes gestational ini biasanya akan sembuh setelah persalinan dan bayi yang dilahirkantak berpenyakit. Perempuan yang berisiko terkena diabetes gestasional adalah mereka yang berusia lebih dari 30 tahun, memiliki bayi besar selama kehamilan sebelumnya, memiliki riwayat diabetes dalam keluarganya dan tentu saja karena faktor berat badan.

 

Seseorang yang memiliki diabetes atau beresiko terkena diabetes harus mulai menjalani kehidupan yang diarahkan dapat mencegah diabetes. Untuk bisa melakukan hal ini, seseorang harus mengetahui faktor-faktor yang dapat digunakan untuk mengontrol atau menangani penyakit ini. Berat badan merupakan faktor yang penting dalam mengontrol dan menangani diabetes, orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan beresiko lebih tinggi terkena diabetes. Menjaga tubuh seseorang agar bugar dan sehat adalah cara terbaik untuk menghindari diabetes dan berbagai penyakit lainnya. Dapat juga dengan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok. Aktiflah berolahraga dan seringlah mengontrol tekanan darah.

 

Tes yang dapat dilakukan untuk menilai risiko seseorang terkena diabetes adalah tes glukosa, tes urine, tes glukosa plasma puasa yang mengukur tingkat glukosa dalam darah seseorang setelah berpuasa selama 12 sampai 14 jam, tes toleransi glukosa oral yang juga dilakukan setelah puasa selama tiga jam dan uji glukosa plasma acak yang dapat dilakukan setiap saat.

 

Jumlah orang yang terkena penyakit ini telah meningkat di tahun-tahun terakhir, karena kebiasaan makan yang buruk. Tingkatkan aktivitas dan faktor-faktor lain yang dapat mencegah diabetes. Lakukan pemeriksaan diabetes secara rutin agar dapat membantu memahami penyakit ini. Lebih baik untuk mencegah dari pada terkena penyakit ini.