Penjelasan Penyakit Kista Ovarium

Jangan ada “Kista” diantara kita

Kista ovarium adalah satu jenis penyakit yang seringkali melanda kaum wanita. Penyakit ini memang hanya diderita oleh kaum wanita karena berhubungan dengan organ kewanitaan seseorang. Agar para wanita lebih menyadari tentang bahaya dan masalah yang bisa ditimbulkan oleh penyakit kista ovarium, ada baiknya mengetahui lebih lanjut mengenai jenis penyakit yang satu ini.

 

Ovarium adalah salah satu dari sepasang kelenjar reproduksi pada wanita yang terletak di sekitar panggul yang berjumlah satu pada setiap sisi rahim. Setiap ovarium memiliki ukuran dan bentuk seperti kenari. Ovarium menghasilkan telur (ovum) dan hormon wanita yaitu estrogen dan progesteron. Ovarium merupakan sumber utama dari hormon wanita yang mengontrol perkembangan dari karakteristik tubuh wanita seperti payudara, bentuk tubuh dan rambut. Ovarium juga lah yang mengatur siklus menstruasi dan kehamilan.

 

Kista ovarium merupakan struktur kantung di dalam ovarium yang mengandung zat cair, gas, ataupun isi yang setengah padat. “Kista” hanyalah sebuah istilah umum untuk struktur berisi cairan, yang bisa saja bagian dari tumor atau neoplasma yang memiliki kemungkinan jinak atau ganas. Sebuah kista ovarium dikelilingi oleh dinding yang sangat tipis yang terletak di dalam ovarium. Setiap folikel ovarium yang berukuran lebih besar dari dua sentimeter digolongkan sebagai kista ovarium. Kista yang terbentuk tersebut dapat berukuran lebih kecil dari sebiji kacang hingga berukuran sebesar jeruk.

 

Kebanyakan kista ovarium bersifat jinak atau tidak berbahaya. Kista ovarium dapat mempengaruhi perempuan dari segala usia. Kista ovarium paling sering terjadi di masa selama wanita berada dalam siklus subur. Meskipun begitu beberapa kista ovarium dapat menyebabkan berbagai masalah yang bisa menganggu wanita, seperti pendarahan dan rasa sakit.

 

Ada beberapa jenis kista ovarium yang bisa dibedakan sesuai dengan varian dari siklus menstruasi normal, yang disebut kista fungsional dan non-fungsional.

 

  1. Kista fungsional

Kista fungsional terbentuk dalam siklus menstruasi normal yang meliputi :

  • Kista folikular, yang merupakan jenis yang paling umum dari kista ovarium. Dalam masa menstruasi, folikel yang berisi sel telur (telur yang belum dibuahi) akan pecah selama ovulasi. Jika ini tidak terjadi, kemungkinan akan terbentuk kista folikular yang bisa mencapai ukuran lebih dari 2,5 cm diameter.
  • Corpus luteum, merupakan kista yang muncul setelah ovulasi. Corpus luteum adalah sisa folikel setelah sel telur telah pindah ke saluran tuba. Proses ini biasanya memakan waktu hingga 5-9 hari. Sebuah lutem corpus yang berukuran lebih dari 3 cm dapat didefinisikan sebagai kista.
  • Kista teka atau teka Lutein, terjadi dalam lapisan sel teka dan sekitarnya. Di bawah pengaruh hCG yang tinggi, sel-sel teka mungkin berkembang biak dan menjadi kista. Ini biasanya terjadi pada kedua ovarium.

 

  1. Kista non-fungsional

Untuk jenis kista non-fungsional dapat mencakup beberapa jenis seperti dibawah ini :

  • Ovarium dengan banyak kista, yang dapat ditemukan pada wanita normal, atau dalam pengaturan sindrom ovarium polikistik.
  • Kista yang disebabkan oleh endometriosis, yang juga dikenal dengan sebutan kista coklat.
  • Kista ovarium Dengue.
  • Kista dermoid.
  • Ovarium cystadenoma serosa.
  • Ovarium cystadenoma mucinous.
  • Kista Paraovarian.
  • Adenofibroma cystic.
  • Kista tumoral Borderline.