Penjelasan Penyakit Kista

Penyakit kista merupakan jenis penyakit yang seringkali diderita oleh banyak wanita. Kista biasanya berkembang dalam jangka waktu yang tidak diketahui, dan baru disadari oleh penderitanya jika sudah terasa sakit atau bahkan tidak disadari sama sekali.

 

Image courtesy of Simon Howden / FreeDigitalPhotos.net

Penyakit kista bisa diartikan sebagai penyakit yang menyerang daerah indung telur atau ovarium wanita. Bentuknya seperti benjolan yang berada di organ dalam wanita. Kista sebenarnya bisa digolongkan menjadi tumor jinak, karena munculnya organ lain dalam tubuh yang seringkali bisa ditangani tanpa sebuah operasi. Letaknya yang berupa penyakit dalam, membuat penderita kista jarang bisa mendeteksi adanya penyakit yang satu ini.

 

Tidak jarang penderita kista tidak menyadari jika dirinya sedang mengidap penyakit ini. Hal tersebut mungkin saja terjadi pada wanita dikarenakan tidak ada gejala yang dirasakan ketika kista diderita, dan kista pun hilang dengan sendirinya tanpa ada tindakan medis sama sekali. Tetapi pada beberapa kasus, ada juga yang sampai menyebabkan pingsan akibat rasa nyeri yang dialami oleh penderita kista.

 

Penyakit kista bisa dibedakan berdasarkan tingkat keganasannya menjadi 2 golongan, diantaranya :

1. Kista neoplastik, kista yang digolongkan ke dalam kista ganas dan memerlukan tindakan medis seperti operasi.

2. Kista non-neoplastik, merupakan kista jinak yang biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan.

 

Sedangkan berdasarkan proses terbentuknya, ada beberapa jenis penyakit kista yang dikenal oleh dunia medis, yaitu :

  • Kista folikuler
  • Kista dermoid
  • Kista korpus luteum
  • Kista endometrioma
  • Cystadenoma

 

Lalu bagaimana mendeteksi seseorang yang terkena kista jika kista tersebut bisa saja hilang dengan sendirinya? Untuk memastikan seseorang terkena kista atau tidak memang diperlukan cek secara mendalam seperti USG agar masalah dalam organ tubuh dapat terlihat. Tapi ada beberapa gejala yang mungkin bisa menjadi ciri orang yang menderita penyakit kista. Diantaranya sebagai berikut :

-          Rasa sakt yang teramat sangat ketika datang masa haid pada wanita. Ini bisa diakibatkan benjolan kista yang semakin membesar.

-          Rasa sakit di bagian perut bawah.

-          Volume haid yang tidak wajar (bisa sangat banyak atau justru sangat sedikit)

-          Seringkali penderitanya selalu merasakan ingin buang air kecil setiap waktu.

-          Terdapat benjolan di sekitar perut, akibat kista yang sudah membesar.

-          Pada beberapa wanita, kista juga dapat memicu perubahan siklus haid.

-          Sakit yang luar biasa pada perut secara tiba-tiba.

-          Rasa sakit setiap kali melakukan hubungan intim bersama pasangan.

 

Gejala kista yang relatif bisa diketahui apabila penderitanya sudah dalam kondisi yang kurang baik membuat para wanita haruslah senantiasa waspada. Meskipun bukan termasuk kedalam golongan penyakit mematikan, namun kista bisa berpotensi menjadi tumor ganas yang menyerang organ tubuh bagian dalam. Terlebih lokasi pertumbuhannya yang berada di organ reproduksi wanita, tentu ini sangat berbahaya dan bisa mengganggu sistem reproduksi seorang wanita.

 

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit kista adalah menerapkan pola hidup sehat dan memperbanyak konsumsi makanan ber-antioksidan tinggi. Zat antioksidan sangat berguna untuk meningkatkan daya tahan dan menangkal segala macam kotoran yang masuk kedalam tubuh yang berpotensi menjadi penyakit, salah satunya penyakit kista.